Umum

Sejarah Desa Banua Anyar ST

Foto Berita

 

Sebelum dikenal dengan nama Desa Banua Anyar ST, wilayah ini merupakan bagian dari Desa Sungai Tuan Ilir RT 05. Pada tahun 1970, wilayah tersebut dipimpin oleh Kepala RT yang bernama Bapak H. Ismail. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah penduduk, muncul kebutuhan untuk membentuk pemerintahan desa yang lebih mandiri agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Melihat perkembangan tersebut, masyarakat bersama tokoh-tokoh setempat mengadakan musyawarah desa (MUSDES). Dalam musyawarah itu disepakati keinginan untuk memekarkan wilayah dan membentuk desa baru. Usulan tersebut mendapat persetujuan dari Bapak H. Ismail selaku pimpinan wilayah saat itu, serta didukung oleh Camat Astambul.

Pada tahun 1971, desa ini resmi berdiri, meskipun pada awalnya masih berstatus sebagai desa percobaan. Dalam masa awal pembentukan tersebut, Bapak Abdussamad ditunjuk sebagai pejabat sementara Kepala Desa Banua Anyar ST. Beliau memegang peranan penting dalam meletakkan dasar-dasar pemerintahan desa yang baru berdiri.

Beberapa tahun kemudian, setelah pemerintahan desa berjalan lebih stabil, masyarakat melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (PILKADES). Dalam pemilihan tersebut, Bapak Siun terpilih sebagai Kepala Desa pada tahun 1975. Sejak saat itu, nama Desa Banua Anyar ST Kecamatan Astambul semakin dikenal dan digunakan secara resmi.

Desa Banua Anyar ST memiliki luas wilayah kurang lebih 450 hektare. Secara geografis, desa ini berbatasan dengan wilayah Kecamatan Martapura Timur. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, serta sebagian lainnya menjadi nelayan musiman. Potensi sumber daya alam desa sebenarnya cukup menjanjikan. Namun demikian, pada masa-masa awal perkembangannya, dukungan terhadap sektor pertanian dan peternakan dinilai masih terbatas, baik dari segi sarana, prasarana, maupun pembinaan dan penyediaan bibit.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, masyarakat Desa Banua Anyar ST tetap menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun desanya. Perjalanan panjang desa ini tidak terlepas dari peran para kepala desa yang silih berganti memimpin dan membawa perubahan sesuai dengan tantangan zamannya.

Berikut adalah nama-nama Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Banua Anyar ST sejak awal berdiri hingga beberapa periode terakhir:

1. Abdussamad (1970–1974) sebagai pangirak
2. Siun (1975–1991)
3. Mahmud (1992–1996)
4. Idrus (1997–2001)
5. Hamli, AS (2002–2006)
6. Arbain (2006–2007) sebagai penjabat sementara
7. Ahmad Noor (2007–2013)
8. Hamka (2013–2019)
9. Muslim ,SE (2019-2021) sebagai ASN penjabat sementara
10. H. Juhrai (2021-2029)

Setiap periode kepemimpinan memiliki cerita dan kontribusi tersendiri dalam perkembangan desa. Dari masa perintisan, penataan administrasi, hingga penguatan pelayanan masyarakat, semuanya menjadi bagian dari sejarah panjang Desa Banua Anyar ST.

Sejarah ini menjadi pengingat bahwa desa berdiri bukan hanya karena keputusan administratif, tetapi juga karena kesepakatan dan semangat masyarakatnya untuk tumbuh bersama. Dengan memahami perjalanan masa lalu, diharapkan generasi sekarang dan mendatang dapat terus melanjutkan pembangunan desa dengan semangat persatuan dan tanggung jawab.