Bencana

Puting Beliung Terjang Desa Benua Anyar Sungai Tuan, Sepuluh Rumah Terdampak

Foto Berita

Benua Anyar Sungai Tuan, Astambul, Kabupaten Banjar – Musibah angin puting beliung yang melanda wilayah RT 01 RW 01, Desa Benua Anyar Sungai Tuan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA, meninggalkan duka sekaligus ujian berat bagi masyarakat setempat. Berdasarkan pendataan terbaru yang telah diperbarui, tercatat sebanyak 10 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Rincian kerusakan tersebut meliputi 3 rumah mengalami rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak ringan. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, sejumlah warga harus menghadapi kerusakan signifikan pada tempat tinggal mereka, terutama pada bagian atap, dinding, dan beberapa struktur utama bangunan.

Peristiwa tersebut terjadi saat cuaca di wilayah Desa Benua Anyar Sungai Tuan mendadak berubah drastis pada siang hari. Sebelumnya, langit tampak mendung dengan tiupan angin yang mulai terasa semakin kencang. Tidak berselang lama, pusaran angin kuat disertai hujan deras menerjang kawasan permukiman warga di RT 01 RW 01.

Warga yang berada di rumah saat kejadian mengaku sempat panik karena angin datang secara tiba-tiba dengan suara gemuruh yang cukup menakutkan. Dalam hitungan menit, sejumlah atap rumah beterbangan dan beberapa bagian bangunan roboh akibat kuatnya terpaan angin.

“Awalnya hanya mendung biasa, lalu angin semakin kencang. Tidak lama kemudian terdengar suara seperti gemuruh. Saat keluar rumah, atap beberapa rumah sudah terangkat,” ungkap Suri, seorang warga yang rumahnya terdampak langsung akibat kejadian tersebut.

Setelah angin mereda, warga bersama perangkat desa segera melakukan pengecekan dan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak. Aparat desa bersama tokoh masyarakat bergerak cepat mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi warga sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan.

Pambakal Desa Benua Anyar Sungai Tuan, H. Juhrai, menyampaikan bahwa musibah ini menjadi perhatian bersama dan pihak desa telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Pendataan yang akurat dilakukan agar bantuan yang nantinya disalurkan dapat tepat sasaran sesuai tingkat kerusakan yang dialami masing-masing warga.

“Musibah ini tentu menjadi ujian bagi kita semua. Namun kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat bergerak cepat untuk membantu warga terdampak dan memastikan kebutuhan mendesak dapat segera ditangani,” ujarnya.

Rumah yang mengalami kerusakan berat dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah pada struktur atap dan sebagian dinding sehingga membutuhkan penanganan segera. Sementara rumah dengan kategori rusak sedang masih dapat ditempati dengan perbaikan sementara, sedangkan rumah rusak ringan umumnya mengalami kerusakan pada bagian atap.

Di tengah musibah ini, semangat gotong royong warga Desa Benua Anyar Sungai Tuan kembali terlihat. Sejak sore hari usai kejadian, masyarakat bahu-membahu membantu membersihkan puing-puing, mengevakuasi barang-barang milik korban, serta memperbaiki bagian rumah yang masih memungkinkan untuk diperbaiki sementara.

Beberapa warga juga secara sukarela menyediakan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat. Solidaritas seperti ini menjadi bukti kuatnya ikatan sosial masyarakat desa dalam menghadapi cobaan.

Saat ini, harapan besar tertuju pada proses pemulihan serta dukungan berbagai pihak agar para korban dapat segera memperbaiki rumah mereka dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala. Dengan semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan warga RT 01 RW 01 Desa Benua Anyar Sungai Tuan, proses bangkit dari musibah ini diyakini dapat dilalui bersama.