Hari Besar

Desa Benua Anyar Sungai Tuan Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Beragam Kegiatan

Foto Berita

 

Hari Kemerdekaan selalu punya cara sendiri untuk menghidupkan suasana desa. Tahun ini, Benua Anyar Sungai Tuan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar merayakan 17 Agustus dengan meriah, penuh tawa, dan tentu saja penuh kebersamaan. Rangkaian acara berlangsung selama dua hari, 17–18 Agustus, dengan pembagian lokasi di Lingkungan 1 (RT 1–3) dan Lingkungan 2 (RT 4-5) 

Suasana 17 Agustus di Lingkungan 2

Sejak pagi, halaman dan jalanan di Lingkungan 2 sudah dipenuhi anak-anak dan orang tua yang bersemangat mengikuti lomba. Sorak-sorai terdengar saat balap karung dimulai—ada yang jatuh, ada yang terpingkal-pingkal, tapi semua tetap tertawa. Lalu ada lomba membawa kelereng dengan sendok, yang terlihat sederhana tapi selalu bikin tegang. Puncaknya, tentu saja panjat pinang, dengan hadiah yang menggoda di puncak batang licin.

Di sela-sela lomba, organ tunggal mengiringi suasana. Lagu-lagu dangdut dan pop bergantian dinyanyikan, sebagian warga ikut berjoget, sebagian lagi bersorak memberi semangat. Panitia juga membagikan kupon undian doorprize yang menambah antusiasme warga. Semua berharap nomornya dipanggil, tapi yang tidak dapat hadiah pun tetap pulang dengan senyum.

Lanjut ke 18 Agustus di Lingkungan 1

Sehari setelahnya, giliran Lingkungan 1 yang merayakan. Acara dibuka dengan jalan santai bersama. Suasana pagi terasa segar, warga berjalan sambil bercanda, anak-anak berlarian dengan wajah ceria. Di sela jalan santai, panitia membagikan kupon undian dengan hadiah utama berupa pemasak nasi, yang langsung membuat semua peserta semangat menjaga kuponnya baik-baik.

Setelah itu, panggung keceriaan berlanjut dengan berbagai lomba anak-anak, tarik tambang, dan permainan rakyat lainnya. Suara sorakan menggema, tali tambang bergoyang, dan tawa pecah setiap kali ada yang jatuh terduduk. Semua terasa ringan, penuh kebersamaan.

Kehangatan Kepala Desa

Acara terasa lebih lengkap dengan kehadiran Kepala Desa, H. Juhrai. Beliau ikut berbaur, menyapa warga, bahkan melontarkan pertanyaan ringan kepada anak-anak. Siapa yang bisa menjawab, diberi hadiah uang langsung. Sorak dan tepuk tangan terdengar setiap kali ada anak yang berani maju menjawab.

Lebih dari Sekadar Perayaan

Dua hari itu meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya soal lomba atau hadiah, tapi rasa kebersamaan yang tumbuh di antara warga. Jalan desa yang biasanya sepi berubah ramai, penuh tawa dan semangat. Seperti itulah arti kemerdekaan dirayakan di desa: sederhana, hangat, tapi membekas di hati.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, masyarakat Desa Benua Anyar Sungai Tuan sekali lagi membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya diperingati dengan upacara, tapi juga dengan tawa, kebersamaan, dan gotong royong yang membuat desa terasa lebih hidup.