Kesehatan

Rembug Stunting di Desa Benua Anyar ST, Upaya Bersama untuk Atasi Masalah Stunting di Kecamatan Astambul

Foto Berita

 

Desa Benua Anyar ST, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, menggelar acara Rembug Stunting pada hari Kamis, 24 April 2025, bertempat di Balai Desa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kasi Pemberdayaan Kecamatan Astambul, Pendamping Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), PKK, kader Posyandu, kader KPM, perangkat desa, hingga perwakilan masyarakat setempat. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30 ini bertujuan untuk membahas dan mencari solusi atas permasalahan stunting yang saat ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Benua Anyar ST mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menangani masalah stunting. "Kita harus bekerja bersama, saling mendukung agar stunting di desa ini dapat segera teratasi. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita semua sebagai masyarakat," ujarnya.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam acara ini adalah temuan terbaru yang mengidentifikasi sebanyak 26 anak di Desa Benua Anyar ST yang berisiko mengalami stunting. Berdasarkan data yang ada, sejumlah faktor seperti kurangnya asupan gizi, sanitasi yang buruk, dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pola hidup sehat, turut menjadi penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah ini.

Acara Rembug Stunting berlangsung dalam suasana diskusi yang konstruktif. Para peserta saling berbagi pengalaman dan informasi tentang upaya-upaya yang telah dilakukan di tingkat desa untuk mencegah stunting. Salah satu topik yang banyak dibahas adalah pentingnya peran kader Posyandu dan kader KPM dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang serta pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan balita.

Salah satu peserta, yang juga merupakan kader Posyandu, mengungkapkan bahwa edukasi tentang stunting memang harus terus digencarkan. "Kami sering mengadakan posyandu dan pemeriksaan rutin, namun masih banyak ibu-ibu yang belum sepenuhnya paham betapa pentingnya pemberian gizi yang cukup bagi anak-anak mereka. Ini tugas kami untuk terus memberikan informasi yang benar dan mudah dipahami," ujarnya.

Tidak hanya itu, acara ini juga mengangkat pentingnya peningkatan kualitas air bersih dan sanitasi di desa sebagai langkah preventif terhadap stunting. Para peserta sepakat bahwa untuk menurunkan angka stunting, dibutuhkan peran serta seluruh pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun lembaga-lembaga terkait.

Acara pun ditutup dengan harapan agar berbagai langkah yang telah dibahas dapat segera diimplementasikan di tingkat desa. "Kita harus terus berupaya agar anak-anak di Desa Benua Anyar bisa tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik," tutup Kepala Desa Benua Anyar dalam penutupan acara tersebut.

Rembug Stunting ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen desa untuk lebih peduli dan bekerja bersama mengatasi permasalahan stunting yang kini menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat. Diharapkan, dengan kerjasama yang solid, masalah risiko stunting di Desa Benua Anyar ST dapat segera teratasi.